Saturday, June 25, 2016

DAHSYATNYA DOA SEORANG IBU

DAHSYATNYA DOA SEORANG IBU
Doktor Fauziah Ad-Dabbus, seorang pakar psikologi yang amat popular di Kuwait pernah menulis mengenai rahsia-rahsia doa seorang ibu jika setiap malam dia mendoakan anak-anaknya, dan ternyata kesan dari tulisannya itu telah mengubah jalan hidup ramai orang...Alhamdulillah.
Isi tulisannya sebagai berikut :
" Aku bersumpah demi Allah.... wahai setiap ibu, agar jangan tidur pada setiap malam sebelum engkau memohon pertolongan Allah SWT dan mengkhabariNya bahwa engkau redha atas anak-anakmu seredha-redhanya,
dan aku bersumpah demi Allah.... agar engkau tidak menghijab/menghalangi RedhaNya kepada anak-anakmu.
Dan aku memintamu wahai para ibu agar jangan engkau tidur setiap malam sebelum engkau angkat kedua tanganmu sambil menyebut satu persatu nama anak-anakmu dan mengkhabarkan kepadaNya bahwa engkau redha atas mereka masing-masing. "
*Begini doanya:*
اللهم إني أُشهدك أني راضية عن إبني/إبنتي (.....) تمام الرضا وكمال الرضا ومنتهي الرضا
فاللهم انزل رضوانك عليهم برضائي عنهم
"Allaahumma innii usy-hiduka annii raadhiyah 'an ibnii/ibnatii.... (sebut nama anak-anakmu satu persatu)... tamaamar-ridhaa wa kamaalar-ridhaa wa muntahayir-ridhaa. Fallaahumma anzil ridhwaanaka 'alaihim bi ridhaa-ii 'anhum"
(Yaa Allaah aku bersaksi kepadaMu bahwa aku redha kepada anak-anakku...(Sebutkan nama-nama mereka satu persatu)... dengan redha dan sempurna. Maka turunkan Yaa Allaah keredhaanMu kepada mereka demi redhaku kepada mereka).
Kemudian setelah berselang beberapa minggu setelah tersebut tersebar, tiba-tiba aku dikejutkan oleh seorang ibu yang berkata bahawa aku telah mengubah kehidupannya secara total, dan sekarang dia merasa dalam kenikmatan yang tak tergambar kerana akibat doa itu terhadap dia dan anak laki-lakinya yang berumur 22 tahun.
*Maka berceritalah si Ibu itu:*
Sejak kelahiran anakku itu aku hidup dalam penderitaan kerananya.
Dia tak pernah solat dan bahkan jarang mandi, dia sering berdebat panjang denganku, dan sering membentakku dan tak menghormatiku, walaupun sudah sering aku mendoakannya.
Maka ketika membaca tulisanmu aku berkata : mungkinkah kata-kata ini benar? Nampak seperti tak masuk akal?? dan seterusnya....
dan akhirnya kuputuskan untuk mencuba anjuranmu walaupun aku tak yakin bahkan sinis mentertawakanmu.
Lalu setelah seminggu, mulai berubah nada suara anakku kepadaku, dan pertama kali dalam hidupku aku tertidur dalam kedamaian, dan didalam diriku ada sedikit syak?
Dan kemudian ku dapati anakku mandi, padahal aku tak menyuruhnya.......
Minggu kedua dan aku terus mendoakannya sesuai anjuranmu, dia membukakan pintu untukku dan menyapaku, "Apa kabar ibu?" dengan suara lembut yang tak pernah kudengar darinya sebelum itu.
Aku gembira tak terkata walaupun aku tak menunjukkan perasaanku kepadanya sama sekali.....
4 jam kemudian aku memanggilnya di telefon bimbitnya, dan dia menjawabku dengan nada yang berbeza dari biasanya, "Ibu, saya disamping masjid dan saya baru hendak solat waktu ibu call….”
Maka aku pun tak mampu menahan tangisku, bagaimana mungkin dia yang tak pernah solat sudah mulai solat dan dengan lembut bertanya khabarku??
Tak sabar aku menanti kedatangannya dan segera aku bertanya sejak bila kamu mula solat?
Jawabnya; "Saya sendiri tak tahu ibu, waktu saya lalu dekat masjid mendadak hati saya tergerak untuk solat……………….”
Sejak itu kehidupanku berubah 180 derajat, dan anakku tak pernah lagi berteriak-teriak kepadaku dan sangat menghormatiku.
Tak pernah aku mengalami kebahagian seperti ini walaupun aku sebelumnya sering hadir di majlis-majlis zikir dan pengajian-pengajian…..
Oleh kerana beratnya kehidupan sehari-hari seringkali seorang ibu melupakan doa untuk anak-anaknya, sering juga dia menganggap bahwa pusat-pusat bimbingan psikologi adalah jalan lebih baik untuk perkembangan anak-anaknya.
Padahal, justeru doa seorang ibu itu adalah sebenarnya jalan tersingkat untuk mencapai kebahagiaan anak-anaknya di dunia dan akhirat In Shaa' Allaah.

No comments:

Post a Comment

Note: Only a member of this blog may post a comment.